Akhir-akhir ini berita tentang
karhutla yang terjadi di Kalimantan, Sumatra hingga Papua, semakin sering
terdengar. Paparan asap karhutla berdampak pada banyak hal, mulai dari gangguan
kesehatan hingga terganggunnya akivitas warga sekitar. Kegiatan belajar
mengajar terhenti, pekerjaan pun ikut terganggu.
Kenapa kebakaran hutan dan lahan
tersebut sulit sekali di atasi?
Yap, betul sekali. Karena yang
terbakar bukan hutan biasa melainkan hutan dan lahan gambut yang kalau terbakar
bukan hanya permukaannya saja tapi lapisan bawahnya juga. Hal inilah yang
membuat kebakaran di hutan atau lahan gambut susah sekali untuk dipadamkan.
Hari jumat (18/10/2026) kemarin
bersama dengan teman-teman dari Eco Blogger Squad kami diajak untuk mendalami
lebih jauh tentang dampak dari karhutla yang hampir tiap tahun terjadi di
Indonesia. Di mana tahun ini lahan yang terbakar mengalami peningkatan
dibanding tahun lalu.
Dengan tema “Dari Gambut Ke Meja
Makan : Menelusuri Kaitan Antara Karhutla, Biodiversitas Dan Pangan”, materi
kali ini dibawakan oleh kak Yoga Apriloano dari Pantau Gambut dan Kak Ahamd
Arif seorang Journalis Kompas
Mengenal Gambut
Indonesia termasuk negara dengan
luasan lahan gambut terbesar di dunia, di mana luasnya mencapai 24,2 hektare
yang tersebar di 3 pulau besar di Indoesia yaitu Sumatera, Kalimantan dan
Papua. Lahan gambut adalah lahan basah yang terbentuk dari akumulasi organic
dan menyimpan karbon dengan jumlah yang sangat besar dalam meregulasi iklim.
Meskipun terlihat hanya seperti
semak belukar yang terlantar, namun gambut bukanlah lahan kosong yang bisa
dengan mudah dialihfungsikan. Hutan gambut memiliki peran penting dalam menjaga
keseimbangan lingkungan, terutama sebagai penyimpan karbon raksasa, pengatur
tata air dan habitat kenakaregaman hayati.
Merusak lahan gambut berarti
merusak ekosistem di dalamnya. Dan perlu diketahui, lahan gambut yang telah
rusak tidak dapat dikembalikan seperti semula. Hal ini dikarenakan perubahan
hidrologi, struktur tanah dan cadangan karbon yang telah terlepas ke atmosfer.
Tidak ada komentar
Posting Komentar