Cita-cita

Dulu waktu kecil kalo ditanyain "kamu kalau besar cita-citanya mau jadi apa?" 90% anak-anak pada jamanku (anak 90an) pasti jawabnya "mau jadi dokter". Dan 10%nya menjawab guru, polisi, tentara, pilot, perawat dan lain sebagainya.

Yang dipertanyakan, kenapa semuanya ingin jadi dokter? Karena pada masa itu dokter merupaka profesi yang mewah. Kalo jadi dokter pasti orangnya bakal kaya punya kedudukan sosial yang tinggi dan harus pintar.

Dan para orang tua mendiktekan itu ke anak-anak mereka. Jadi kebanyakan orang tua pada jaman itu selalu bilang " sekolah yang rajin ya, biar ntar kalo gedhe bisa jadi dokter". Nah hal itulah yang akhirnya nancep di otak anak-anak jadi dokter.. Jadi dokter... Jadi dokter...

Tapi seiring berjalannya waktu perubahan cita-cita pun dimulai. Si anak sudah mulai mengetahui profesi lain yang menjanjikan selain dokter, tak terkecuali aku. Waktu smp aku bercita-cita jadi journalist. Karena pada waktu smp ada pelajaran bahasa indonesia tentang koran dinding.

Karena itu aku antusias dalam matpel bhs. Indonesia. Setelah itu jadi sering ikut lomba koran dinding dan nulis berita dalam sekolah dan antar sekolah. Pernah beberapa kali menang. Dari situ jadilah suka sama yg namanya journalis, walau sampe sekarang ga keturutan, bisanya ya nulis di blog gini bukan di media cetak.

Dengan dunia yang semakin berkembang, dan informasi yang mudah sekali didapat. Ada baiknya kita sebagai orang tua, orang dewasa jangan mengkotakan cita cita anak-anak pada satu bidang.

Anak-anak wajin tau tentang profesi2 lain dan punya hak untuk memilih cita2 sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Karena rejeki itu ada dimana mana, di bidang apa aja, di profesi apa aja. Intinya yang penting halal.

Dengan begitu si anak bakal mulai belajar dari kecil. Mereka bisa menggali informasi lebih dari apa yang mereka citakan. Dan mereka akan berusaha untuk mencapai apa yang mereka inginkan.

No comments

Post a Comment