Rahmat Allah

Salah satu sifat Allah adalah Ar-rahman yaitu Tuhan yang penuh rahmat. Rahmat Allah itu sangat luas tak terbatas bagi semua makhluk-Nya.


Manusia memang tempatnya salah, tempatnya dosa. Tak ada satupun manusia di dunia ini yang bersih dari dosa.  Namun jangan pernah berputus asa terhadap rahmat dan ampunan Allah.


Seperti kisah tentang seorang pembunuh yang masuk surga. Dikisahkan ada seorang pembunuh bayaran yang telah membunuh 100 orang. Dia pergi ke seorang yang alim dan bertanya, “aku telah membunuh 100 orang, apakah ada taubat bagiku?”


Orang alim tersebut menjawab,”ya, siapa yang bisa menghalangimu dari taubat?”


Lalu orang alim tersebut menyuruhnya untuk pergi ke suatu negeri yang cukup jauh. Di sana dia disuruh untuk menemui seorang ahli ibadah.


“Di sana ada orang-orang yang senantiasa beribadah kepada Allah, maka beribadahlah kamu kepada Allah bersama-sama dengan mereka. Janganlah kamu kembali ke negerimu, karena negerimu itu adalah negeri yang buruk”.


Maka berjalanlah pembunuh itu menuju negeri yang dimaksudkan. Ditengah perjalanan malaikat maut menjemputnya. Dia pun mati sebelum sampai ke negeri yang dituju.


Malaikat Raqib dan Atid pun berselisih. Mau dimasukkan ke dalam surga atau ke dalam neraka.


Malaikat Raqib berpendapat,”dia sudah bertaubat dengan sepenuh hati. Maka harusnya dia dimasukkan ke dalam surga”.


Malaikat Atid berpendapat,”dia layaknya dimasukkan ke dalam neraka. Karena dosanya yang amat sangat banyak”.


Lalu mereka memutuskan untuk mengukur jarak pembunuh tersebut dari dua negeri tersebut. Bila lebih dekat dengan negeri dengan negeri yang dituju, mana dia berhak masuk surga. Namun bila lebih dekat dengan negeri asal, maka dia masuk neraka.


Setelah diukur ternyata pembunuh itu selangkah lebih dekat denga negeri tujuan, maka masuklah dia ke dalam surganya Allah.


Allah SWT berfirman,


"Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya, Allah mengampuni semua dosa, sesungguhnya Dialah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka, kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datangnya azab kemudian kalian tidak dapat lagi mendapatkan pertolongan." (QS az-Zumar [39]:53-54).


Rahmat Allah itu mutlak hak prerogratifnya Allah. Dia bisa memberikan ke siapapun yang dia inginkan. Namun tetap diingat bahwa rahmat Allah dekat dengan orang-orang yang beriman. Orang yang menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Tidak ada komentar