Mengenal Pengidap Disleksia Lewat Taare Zameen Par


Dari sejak SD, saya selalu di bikin mewek sama film bollywood. Mulai dari Kuch Kuch Hotahei, Kabhi Khusi Kabhi Gham, Mohabbatein sampai My Name is Khan. Walau semua film Bollywood berdurasi panjang karena banyak nyanyi dan joged-jogednya. Di film yang bakal saya bahas ini, akan membuat kita lebih  mengenal pengidap disleksia.

Sekarang film bollywood udah nggak hanya bercerita tentang cinta-cintaan. Dari yang My Name is Khan itu bagus banget ceritanya. Tentang seorang muslim yang berjuang untuk membersihkan namanya yang di cap teroris gara-gara dia beragama islam. Dan kemudian film ini Taare Zameen Par (Like stars on earth - by google translatte). Film yang di bintangi sekaligus di produseri Amir Khan ini sukses bikin saya mewek dari awal sampai akhir.

Film ini bercerita tentang seorang anak bernama Ishaan Awasthi yang tidak bisa mengikuti pelajaran di sekolahnya. Dia selalu mendapat nilai jelek di setiap mata pelajaran. Why? Karena dia nggak bisa membaca. Dia melihat huruf sepeti terbolak-balik. Guru-gurunya sampai angkat tangan untuk mengajarinya.

Kemudian orang tuanya menaruhnya di sekolah asrama (boarding school). Dia merasa di buang, ditambah lagi ketatnya pengajaran di asrama. Dia tertekan dan menjadi depresi hingga tak mau bicara kepada siapapun. Bahkan dia tak mau lagi melukis, padahal melukis merupakan hobynya.

Dan datanglah seorang guru seni baru bernama Rham Shankar Nikhum (Amir Khan). Rham tau ada yg berbeda dari Ishaan. Ishaan adalah seorang pengidap disleksia. Disleksia adalah sebuah gangguan dalam perkembangan baca tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia tujuh hingga delapan tahun. Ditandai dengan kesulitan belajar membaca dengan lancar dan kesulitan dalam memahami meskipun normal atau diatas rata-rata. Penderita disleksia secara fisik tidak akan terlihat sebagai penderita. 

Disleksia tidak hanya terbatas pada ketidakmampuan seseorang untuk menyusun atau membaca kalimat dalam urutan terbalik. Tetapi juga dalam berbagai macam urutan, termasuk dari atas ke bawah, kanan dan kiri dan sulit menerima perintah yang seharusnya dilanjutkan memori kepada otak. Hal ini menyebabkan penderita disleksia dianggap tidak konsentrasi dalam beberapa hal. Dalam kasus lain, ditemukan pula bahwa penderita tidak dapat menjawab pertanyaan seperti uraian, panjang lebar. (Penjelasan dari Wikipedia)

Rham yang mengetahui hal itu mengajarkan cara baca kepada Ishaan dengan cara yang berbeda dari anak-anak lain. Dengan menggunakan cermin. Ishaan mulai mengerti dan bisa membaca dengan jelas. Diapun mulai percaya diri dan mulai bersosialisasi dengan teman-temannya. Tak lagi murung dan depresi, dan mulai melukis lagi.

Film ini memberikan banyak banget pelajaran. Nggak hanya sekedar tentang cinta dua sejoli seperti film-film bollywood lainnya, tapi tentang keluarga. Cinta seorang ibu ke anaknya, ayah ke anaknya dan kakak ke adiknya. Setiap anak punya keistimewaan sendiri. Intinya jangan pernah banding-bandingin.  



Tidak ada komentar