Ketika Kamu Diselamatkan

Pernah nggak sich kamu merasa bahwa kamu diselamatkan dari kejadian yang mungkin saja bisa membuat kalian berakhir di IGD sebuah rumah sakit atau yang lebih buruk lagi di pemakaman.


Berenang terlalu asik dan tak menyadari telah berada di tengah kolam dengan kedalaman 200cm, gelagapan karena kaki tak dapat menapak sedangkan tenaga telah habis lalu seseorang datang menolongmu.


Tertinggal pesawat dan pesawat yang harusnya kamu naiki mengalami kecelakaan.


Berangkat sekolah mengendarai motormu dan di tengah jalan kamu terserempet tapi entah bagaimana motormu tak oleng meski jantungmu hampir copot karena kaget.


Atau kejadian-kejadian lainnya yang yah something like that lah.


Do you ever feel that?


Maybe its your faith atau pengabulan doa orang-orang yang mencintaimu. Who knows?


Kejadian ini terjadi beberapa tahun yang lalu. Waktu itu aku pulang dari kuliah. Dulu aku memang suka ceroboh saat mengendarai motor. Saat belok asal belok tanpa melihat kanan kiri saat di jalan yang kurasa sepi dan jarang di lewati kendaraan. Bila akan belok kadang lupa ngidupi lampu sein dan kesalahan-kesalah kecil bagi pengendara motor pemula. Meskipun sekarang juga kadang masih suka lupa juga hehe.


Dulu, karena rumahku yang kecil dan tak ada garasinya biasanya aku menitipkan motor di sebuah Asrama yang berdekatan dengan rumah. Saat itu aku tak langsung kerumah tapi akan memarkir motor di asrma. Di perempatan aku belokkan motorku kekanan. Jalanan disana tak begitu ramai, jarang banget ada kendaraan melintas tak seperti di depan gang rumah.


Thats why tanpa babibu aku menyebrang jalan untuk masuk ke asrama. Seorang tukang bakso berteriak kepadaku saat itu "Hey Awaaas!!!". Aku tak menyadari maksudnya. Aku hanya menatapnya dengan wajah penuh tanya. Dan wusss sebuah sepeda motor sport melaju dengan cepat dan melewatiku dengan jarak yang sangat dekat.


Aku nggak tau gimana ceritanya bila pengendara sepeda motor itu tak tangkas mengendarainya dan tak mampu menghindariku. Mungkin saja aku bisa terpental dan terseret jauh. Lihat saja kecepatannya yang yah bikin aku deg-degan gak karuan.


Aku cuma bisa melongo dan segera menyebrang.
"Haduuh untung mau ga ketabrak, kalo nyebrang di liat dulu ta jalannya", kata bapak tukang bakso dan aku hanya mengangguk dan meringgis mendengarnya.


Bersyukurlah buat kalian yang pernah diselamatkan. Aku pikir berdoa sebelum bepergian lebih baik, bisa jadi doa itulah yang menyelamatkanmu.

No comments

Post a Comment