Positive Friendship

Actually tema kali ini positive relationship, nah berhubung saya nih masih belum bertemu belahan jiwa *ehem jadi saya mau cerita tentang positive friendship.

Akhir-akhir ini saya ngerasa banyak banget orang yang tjurhat ke social media. Entah di instagram, wa stories, instastories, atau status facebook. Dan muncullah comment-comment dari netijen yang budiman. Dari mulai yang mensupport sampai yang mencaci. Dari yang bener-bener peduli sampai yang sok peduli.

Sometimes, saya ngerasa kasian sama mereka. Karena pada akhirnya banyak orang yang tau masalah mereka. Orang-orang yang mungkin hanya sekedar tau mereka jadi tau masalah yang seharusnya jadi konsumsi pribadi, dalam hal ini keluarga atau teman dekat.

Orang-orang tersebut jadi bisa dengan mudah menjugde. Kalo ditanya tau masalahnya si A darimana? Noh dia tadi posting begindang. Semudah itu. Dan semudah itu pula kita kita ini ngomongin masalah orang yang mungkin hanya sekedar tau itu tadi.

Banyak banget spekulasi yang muncul di benak saya. Mungkin mereka butuh perhatian makanya tjurhat di socmed biar semua tau yang dia rasakan. Atau mungkin mereka nggak punya teman tjurhat yang nyaman sehingga lari ke socmed.

Sedikit atau banyaknya teman nggak jadi pengaruh tentang nyaman atau tidaknya seseorang untuk cerita. Kadang ada lo yang temannya buanyak tapi masih bingung kalo mau tjurhat sama sapa.

Saya sendiri memang nggak begitu bisa tjurhat ke sembarang orang. Ya walaupun dari luar kelihatan deket banget tapi nggak berarti saya bisa gampang cerita masalah pribadi saya. Thats why temen-temen banyak yang bilang saya introvert.

Dari situlah kenyamanan dibutuhkan. Dan alhamdulillah saya punya temen-temen yang nyaman buat cerita. Walaupun nggak banyak sich. But Im lucky to have them. Sehingga saya nggak perlu sibuk-sibuk nulis status di Facebook agar dunia tau tentang apa yang saya alami.

Sahabat adalah mereka, ketika lembut tutur katanya menenangkan. Kerasnya tutur katanya adalah perbaikan.

Sahabat bukan ia yang marah ketika kau beritau apa yang salah pada dirinya. Bukan pula yang DIAM ketika tau dirimu salah. Karena ia tau. Allaah menciptakan surga itu ukurannya luas.

Sahabat, adalah yang menerima perubahanmu kearah kebaikan. Mendukungmu walau belum mengikuti jejakmu.

Mendukung walau tau masa lalumu tak indah semuanya.

Sahabat, ketika kau banyak memberiku nasihat perbaikan. Aku yakin itu semua izin Allah. Do'akan aku, agar aku bisa segera mengikuti langkahmu memperbaiki diri.

Aku tau kau yang senantiasa mengingatkanku pun tak lepas dari salah. Aku pun sedang dalam proses. Namun, yang aku tau. Proses yang dijalankan bersama itu indah, takkah kau ingin merangkulku?

Ku mohon, jangan letih mengingatkanku, meski aku kadang seperti tak peduli, tapi sebenarnya, aku sedang beradu dengan nafsu duniawi.
Genggam tanganku, ku pinta jangan lepaskan.
Kau tau? Masa dunia ini tak cukup untuk aku bersahabat denganmu, maka pintakan pada pemilik Surga agar mengizinkan aku ke surgaNya bersamamu :)

_KIA's words_

Tidak ada komentar