Untuk Aku

Untuk aku dimasa depan.

Nanti, jika kamu telah berkeluarga dan menemui masalah yang sangat pelik yang membuatmu jengah dengan hidupmu. Ingatlah, kamu dulu pernah begitu mendambakannya. Ingatlah, kamu dulu pernah merengek-rengek pada Tuhanmu untuk mendapatkannya. Ingat kembali perjuangan panjangmu dalam menanti, kerisauanmu yang dulu pernah mampir di dalam hatimu.


Nanti, jika kamu sudah mempunyai buah hati. Ajarkanlah dia untuk menghormati orang tuanya, orang yang lebih tua darinya. Ajarkanlah dia tentang agamanya, agar dia paham dan menjalankan perintah Tuhannya dengan ikhlas tanpa keterpaksaan atau hanya ikut-ikut saja. Belajarlah, bukan hanya untuk dirimu sendiri tapi juga keluargamu. Jadilah ibu yang pintar agar bisa menjadi guru pertama bagi anak-anakmu.


Nanti, jika pekerjaanmu menuntut waktumu lebih banyak, tetap luangkan waktumu bagi keluargamu. Tetaplah menjadi pendengar cerita anak-anakmu. Tetap sisihkan waktumu untuk melayani suamimu.


Nanti, jika masalahmu datang bertubi-tubi. Ingatlah, dulu kamupun pernah melewati semua masalahmu. Ingatlah bahwa kamu dulu pernah mengatasi semua masalahmu. Ingatlah bahwa kamu pernah kuat dan sekarangpun harus kuat.

Jodoh Untuk Koko : Ikhlas

Dulu beberapa tahun yang lalu saya pernah nulis juga tentang keinginan saya yang satu ini. Yaitu Koko ketemu jodoh!! Titik. Sebagai adik yang baik *halah* saya pinginnya kakak saya yang satu ini cepet ketemu jodohnya dan nikah. Mengingat usia, kesiapan dan kemapanannya.


Well, koko saya ini emang bodoh banget masalah cinta-cintaan. Bbman sama cewek aja kadang saya yang ngasih contoh *tepok jidat. Mau ketemu cewek aja bingung nanti mau ngomong apa. Jadi kitanya bingung mo pake cara apa biar cepet dapat pasangan.


Kadang gemesh, kadang kasian juga. Sebenernya dia juga uda ngebet pingin nikah. But, ada aja yang bikin gagal. Pas si Koko okeh ceweknya yang nggak okeh. Pas ceweknya okeh kokonya yang ga okeh. Kadang ngerasa, Ya Allah kok gini amat yak masalah jodoh. Ngerasa susaaah banget ngedapetin pasangan yang pas sama koko.


Padahal ya, kalo saya pikir-pikir kurang apa coba koko ini. Usia uda siap nikah, penghasilan bulanan uda pasti, calon rumah sudah ada, shalat juga jamaahan terus di masjid, ngaji tadarus juga tiap hari. Tapi kok ya rasanya masih susah banget.


Well, kenapa saya yang jadi galau masalah ini sayapun ndak tau. Kadang sebel kalo koko uda dikenalin sama cewek tapi ndak bisa ngomongnya. Bbman ya isi pertanyaannya sama terus tiap hari. Kadang kasian juga, karena emang disitu kelemahannya.


Untuk diri saya sendiri, untuk jodoh saya sendiri saya bisa pasrah sama Allah. Tapi kenapa untuk jodoh koko, saya kadang masih merajuk sama ketetapan-Nya. Saya pikir ujian saya ada disitu. Dimana saya harus sabar dan ikhlas dengan ketetapan-Nya untuk orang-orang di sekitar saya.


Tugas saya cuma bisa mengusahakan dengan sebaik-baiknya dan mendoakan. Entah akhirnya siapapun yang saya kenalkan ke dia akan berakhir ke pelaminan atau nggak, saya nggak boleh marah atau sebel. Saya harus menerima dengan ikhlas.


Karena kalo memang itu yang terbaik buat koko inshaAllah akan berakhir dengan akad dan kalo dia bukan yang terbaik buat koko apapun itu pasti ada saja halangannya. Bukankah saya selalu memohon disetiap akhir shalat agar Allah mempertemukan kakak-kakak saya dengan wanita yang terbaik buat mereka menurut versi-Nya dan sesuai dengan ke inginannya.

Lucid Dream

Ini terjadi beberapa mungkin beberapa tahun lalu. Malam itu, aku tidur larut malam, biasalah insomnia. Aku bermimpi, dalam mimpi itu aku bangun dari tidurku.


Mimpi itu terasa nyata, karena aku bangun dalam kamar, baju, posisi, kasur yang sama. Ya seperti aku benar benar bangun tetapi itu dalam mimpi dan aku menyadarinya kalau itu mimpi. Saat itu aku merasa aneh.


Aku mencoba membangunkan diriku sendiri agar bisa bangun di dunia nyata bukan di dalam mimpi. Aq pukul pukul pipiku agar bangun, bangun yang sesungguhnya. Tapi tak bisa, its so hard. Aku goyang-goyang badanku tapi tetap tak ada reaksi dari diriku sehingga aku bangun.


Sampai aku berpikir, apakah aku benar-benar tak bisa bangun. Saat itu aku berharap sekali ada seseorang diluar sana yang membangunkan aku. Entah siapa saja, teman sebelah kamar kah yang mengetok-ketok pintu kamar.


Atau ada seseorang disana yang menabokku sehingga aku bisa bangun. But there isn’t. Sampai akhirnya, aku tergagap, tersedak seperti habis di kejar anjing aku terbangun dengan kekagetan yang entah datang dari mana. Dan alhamdulillah aku terbangun di dunia nyata.


Nightmare? Yess. Mimpi buruk yanh paling buruk buatku itu mimpi ga bisa bangun. Ya rasanya kayak difilm film gitu yang arwahmu melihat jasadmu sendiri, yanh artinya… *silahkan artikan sendiri. Setelah itu aku penasaran kenapa bisa bermimpi seperti itu. Maka googlinglah aku. Denga kata kunci “mimpi dalam mimpi”. Dan ternyata lumayan banyak artikel yang muncul.


Alhamdulillah ternyata bukan cuma aku doang yang pernah ngalaminya ~seneng ada temennya hehe. Nah menurut psikologi, mimpi dimana kita sadar dalam mimpi ini disebut denga lucid dream. Istilah ini dicetuskan oleh psikiater dan penulis berkebangsaan Belanda, Frederik (Willem) van Eeden (1860–1932). Mimpi sadar dapat terlihat nyata dan jelas.


Sebuah mimpi sadar dapat muncul melalui dua cara. Mimpi sadar akibat mimpi (dream-initiated lucid dream; DILD) berawal sebagai mimpi biasa, dan si pemimpi langsung menyimpulkan bahwa ia sedang bermimpi, sementara mimpi sadar akibat terjaga (wake-initiated lucid dream; WILD) terjadi ketika si pemimpi pindah dari keadaan terjaga biasa ke keadaan bermimpi tanpa mengalami ketidaksadaran.


Selain dari googling, aku juga pernah tanya temenku lulusan psikologi. “ apakah kejadian yang aku alami ini wajar? Kenapa bisa terjadi hal seperti itu?”. Katanya itu wajar saja, toh yang penting ga kejadian setiap hari.


Hal itu biasanya terjadi karena terlalu kecapean ato terlalu stress. Kadang orang tidak tau kalo dirinya stress, stress yang tak disadari. Misalnya dia merasa memikirkan sesuatu tapi ga tau sesuatu itu apa, itu lah yang bisa menjadi penyebabnya.


So, buat kalian yang pernah ngalami hal yang sama kayak aku. Jangan sedih kaliah gak sendiri #eh. Jangan terlalu stress dan jangan terlalu kecapaen, mungkin itu obatnya.

Kutipan 99 Cahaya di Langit Eropa

"..., hakikat sebuah perjalanan bukanlah sekedar menikmati keindahan dari satu tempat ke tempat lain. Bukan sekedar mengagumi dan menemukan tempat-tempat unik di suatu daerah dengan biaya semurah-murahnya. Menurut saya, makna sebuah perjalanan harus lebih besar daripada itu. Bagaimana perjalanan tersebut harus bisa membawa pelakunya naik ke derajat yang lebih tinggi, memperluas wawasan sekaligus memperdalam keimanan."


"Allah menciptakan manusia berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar manusia bisa saling mengenal, berta'aruf, saling belajar dari bangsa-bangsa lain untuk menaikkan derajay kemuliaan di sisi Allah."


"Wahai anakku! Dunia ini bagaikan samudra tempat banyak ciptaan-ciptaanNya yang tenggelam. Maka jelajahilah dunia ini dengan menyebut nama Allah. Jadikan ketakutanmu pada Allah sebagai kapal-kapal yang menyelamatkanmu. Kembangkanlah keimanan sebagai layarmu, logika sebagai pendayung kapalmu, ilmu pengetahuan sebagai nahkoda perjalananmu; dan kesabaran sebagai jangkar dalam setiap badai cobaan." ( Ali bin Abi Thalib ra.)


"Pada dasarnya semua orang mendapatkan hidayah itu. Pada satu titik dalam kehidupannya, setiap manusia di dunia ini pada dasarnya pernah berpikir tentang siapakah dirinya, mengapa dan untuk apa dia hidup, dan kekuatan di atas kekuatan hidupnya. Hanya saja ada yang kemudian mencari dan menelisik, ada pula yang membuangnya jauh-jauh dan melupakannya. Yang mencaripun ada yang caranya salah dan keliru."


"Hidayah turun tak pernah tahu dimana dan bagaimana. Banyak cara dan jalan ketika hidayah itu muncul lalu meresap kedalam hati dan jiwa."


"Keterpaksaan terkadang menjadikan kita mandiri."


"Ilmu pengetahuan itu pahit pada awalnya, tetapi manis melebihi madu pada akhirnya."


"Agama dan ilmu harus menbentuk keseimbangan yang tak bisa di bentur-benturkan. Keduanya tak boleh mengkafiri yang lainnya. Baik agama dan ilmu pengetahuan harus membuka diri satu sama lainnya. Kalau tidak, keseimbangan itu akan runtuh."


"Janganlah menelantarkan harapan. Perjuangan masih panjang."

Enak ya jadi kamu. Apa iya??

"Enak ya jadi kamu bisa gini gini gini"


"Enak ya jadi kamu punya ini ini ini"


" Enak ya jadi kamu bisa kesana sini"


"Enak ya jadi kamu, ga ada beban ini ini ini"


"Enak ya jadi kamu idupnya seneng terus"


Dan "enak ya jadi kamu" yang lainnya.


Biasanya sich dimulai dengan mengeluhkan keadaan dirinya sendiri. Dari mulai kerjaanku lo begini dan begitu, tanggunganku banyak seperti ini dan itu dan lain sebagainya. Dan berakhir menjadi pernyataan "enak ya jadi kamu".


Gaes pliss, seseorang yang menurut kalian "enak enak" itu juga punya sisi lemahnya. Mereka nggak selalu merasakan "enak enak" yang kalian pikirkan tadi. Mereka juga pernah merasakan yang namanya sedih, kekurangan, kehilangan, lelah hati dan pikiran.


So, kenapa mereka bisa terlihat menyenangkan didepan kalian. Mungkin mereka hanya ingin dirinya dan Tuhannya saja yang tau. Mungkin kalian belum terlalu mengenalnya sehingga kalian tidak tau dia lebih dalam. Mungkin yang kalian lihat hanya kulit luarnya saja.


Remember gaes, semua manusia itu pasti punya masalah. Yang punya uang banyak punya masalah, yang ga punya uang punya masalah, yang jomblo punya masalah, yang udah nikahpun punya masalahnya sendiri-sendiri.


Cuma orang yang sudah tiada yang gak punya masalah. Jadi cobalah sedikit demi sedikit untuk tidak terlalu sering mengeluhkan masalahmu. Cobalah untuk mulai sedikit bersyukur.

" ..Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah nikmat kepadamu..." (Qs. Ibrahim : 7).

Melihat Sisi Lain Eropa Melalui 99 Cahaya di Langit Eropa

 
99 cahaya di langit Eropa merupakan novel best seller terbitan Gramedia Pustaka Utama yang diterbitkan tahun 2011. Karya anak seorang politikus ternama Amien Rais yaitu Hanum Rais dan Rangga Almahendra suaminya.

Telah di adaptasi jadi film tahun 2013 lalu. Filmnya ada dua yang pertama rilis bulan Nov 2013 dan yang kedua rilis Maret 2014. Karena belum liat filmnya jadi ga bisa komentar banyak tentang dua filmnya. Apakah  dalam satu novel ceritanya di bagi dua atau gimana saya kurang tau. 

Dan akhirnya saya nemuin novel ini dengan harga yang bisa dibilang murah banget, 30k, edisi tanda tangan penulis pula. Beruntung banget kan saya hehe. Meskipun plastiknya uda robek dan hilang, tapi isi bukunya masih bagus. Kertasnya gak ada yang sobek ato bernoda kena air.

Buku ini bercerita tentang perjalanan Hanum dan Rangga selama bertugas di Eropa selama 3 tahun. Yang bikin berbeda dari buku travelling biasanya adalah penyisipan pengetahuan tentang sejarah dan budaya. Didominasi tentang sejarah jaman kejayaan islam di Eropa. Selain itu juga ada pengetahuan tentang karya-karya seni eropa dan sejarah Eropa.  

Di awali dengan pertemuan hanum dan fatma seorang imigran Turki yang sama-sama berada di kelas bahasa jerman. Fatma memiliki mimpi untuk menjadi Agen muslim yang damai. Membalas kebaikan dengan kebaik dan membalas kejahatan dengan kebaikan.

Hal tersebut membuat Hanum terkesan. Apalagi pengetahuan Fatma tentang sejarah sangat banyak. Dari Fatma, Hanum ingin pergi keliling Eropa untuk belajar tentang sejarah islam di Eropa.

Perjalanan di mulai dr Wina tempat Rangga dan Hanum menetap. Berlanjut ke Paris, Cordoba, Granada dan berakhir di Turki. Perjalanan yang di kemas dengan sangat indah dan menarik. Bahasa yang di gunakanpun ringan jadi bacanya nggak begitu mikir.

Penjelasan tentang sejarah dikemas secara sederhana tapi pas banget. Bagaimana budaya islam dulunya begitu berpengaruh di Eropa yang di jelaskan dari beberapa pakaian Raja yang berlafalkan tulisan arab kufic. 

Dari sini kita belajar, bahwa agama dan ilmu pengetahuan merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan. Karena bila salah satu berdiri sendiri dan meninggalkan yang lain, akan pincang jadinya. 

Seperti wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad.
Bacalah dengan (memyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. 
Dia yang menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmu yang Maha Pemurah.
Yang mengajarkan (manusia) dengan perantara kalam (pengetahuan).
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

At all, banyak banget yang bisa di pelajari dalam buku ini. Buku ini lebih dari sekedar buku travelling biasa. Banyak pengetahuannya, banyak kisah sejarahnya, banyak kebudayaannya dan yang paling penting banyak pesan yang bisa di ambil. Beberapa kutipan bakal saya tulis diluar tulisan ini. cek cek ya :)

Supernova - Gelombang

Serial supernova karya Dee Lestari ini bercerita tentang karakter gelombang. Terdiri dari 2 bab, bab pertama sambungan cerita dari serial sebelumnya tentang Gio serorang peretas yang kehilangan temannya Diva di hutan Amazon. Dan bab kedua full cerita tentang Thomas Alfa Edison Sagala yang di panggil alfa atau ichon, peretas mimpi dengan kode gelombang.

Saya suka banget  sama karakter satu ini. Why? Pertama karena dia pintar, hobby nya membaca yang secara otomatis book lover juga, pekerja keras dan tangguh nya luar biasa.

Dia memiliki penyakit insomnia akut dan karena penyakitnya tersebut dia menggunakan waktu istirahatnya di malam hari to do everything. Dari membaca buku, majalah atau apapun yang bisa di baca, mempelajari apapun yang bisa di pelajari, menonton apapun yang bisa di tonton dan mengerjakan apapun yang bisa dikerjakan. 

Awal dari sakitnya ini saat dia berusia 12 tahun, dia mengalami mimpi yang didalamnya dia merasa mimpi itu membunuhnya. Dan setiap dia tertidur lebih dari 2 jam dia akan mengalami mimpi yang sama, yang akan membunuhya.

Sehingga dia selalu mengatur dirinya agar tidak tidur lebih dari 2 jam. Sampai akhirnya dia bertemu dengan seorang dokter yang bisa membantunya untuk menyembuhkan penyakit insomnianya tersebut.

Buku ini juga menjelaskan tentang mimpi dalam ilmunya. Yup ternyata ada lo ilmu tentang mimpi. Pada menit keberapa mimpi itu biasanya mulai dan berakhir pada berapa jam kita tertidur. Di jelaskan juga tentang lucid dream (menyadari kalo kita sedang bermimpi)  dan cara agar bisa melakukan lucid. Dengan pintar mbak dee lestari merangkumnya dalam buku ini. 

Gak sabar deh mau baca serial yang lainnya.

Alasan lain saya suka dengan karakter Gelombang adalah karena kesamaan dia dengan saya yang merasa pernah mengalami lucid dream. Bisa baca di disini tulisan aslinya di blog kedua saya  disini