Kandang Moong yang Tersembunyi


Caffe yang diberi nama kandang moong ini terletak di daerah cemoro kandang, pakis, kab. Malang. Nggak begitu hits sich, saya taunya juga gara-gara di ajakin sama hol's crew (Hoolopes crew) kesini. Tempatnya lumayan jauh dari peradaban (kampung maksudnya :P). Tapi nggak kalah keren sama caffe-caffe di Malang Raya *ceileh.

Pertama kali masuk gapuranya, saya seperti masuk rumah. Semacam ke rumah yang di desa dimana pelatarannya luas banget dan ada di taman-tamannya. Dari luarpun terdengar sayup-sayup live music yang dimainkan, mana pas lagunya slow lagi jadi terbawa suasana deh hwehehe.

Sumpah ya, disini itu jadi ngerasa tenang, adem, dan seger. Karena di kelilingi ladang dan jauh dari peradaban, jadi kesannya tenang, ndak rame. Rame disini dalam artian suara kendaraan dan blablabla yang biasanya ada di kota. 

Tempat makannya banyak, kita bisa pilih mau duduk di gazebo yang dikelilingi padi macam disawah atau di deket mas-mas yang nyanyi lagu sendu sambil ngelirikin masnya yang ganteng juga bisa. Trus bisa juga di teras rumah yang kayak rumahnya si doel (anak 90's pasti tau).

Ada juga di taman belakang rumah yang suepi deket sungai, kalo pacaran ati-ati deh disitu bisa terjadi hal-hal yang di inginkan #eh. Trus bisa juga pinjem hammock dan masang sendiri di pohon-pohon yang berserakan disana. Oiya ada satu tempat lagi deket tempat hammock, kursi kayu yang di pasang ngelilingi dan di tengahnya ada tempat api unggun sayangnya disitu ga ada mejanya.

Saya dan temen-temen milih duduk di gazebo deket kolam ikan. Makanannya cuma dikit vatiasinya. Cuma ada burger hitam dan camilan horok-horok (singkong yang di rebus dan di tumbuk trus dikasi gula, pewarna makanan, garam dan parutan kelapa), cenil (singkong di parut dicampur tepung kanji dan pewarna makanan di masukkan air panas). Minumannya juga cuma ada kopi dan teh.


burger hitam dan horok-horok
Oiya, semua menu itu ada kalo weekend ya gaes, kalo weekday cuma ada kopi sama teh aja (info dari temen yang pernah kesana pas weekday). Terus kesananya jangan malem-malem, kenapa? Soalnya perjalanan kesananya lo yang rada ngeri wkwkw. Jadi dari embong besar masuk ke kampung terus masuk lagi ke ladang dan hutan kecil yang nggak ada lampunya. Jadi rada serem sich kalo buat saya hehe. 

Ini beberapa foto spot makannya.

spot taman
spot deket mas-mas nyanyi
spot hammock
spot gazebo yang dikelilingi sawah

Intelegensi Embun Pagi (IEP)


Ini merupakan serial terakhir dari supernova karya Dee Lestari. Serial-serial sebelumnya merupakan perkenalan karakter yang akhirnya di buku ini di pertemukan menjadi satu untuk mengerjakan sebuah misi. Serial pertamanya Kesatria, Putri, Bintang Jatuh (KPBJ) merupakan preskuel. Atau bisa dibilang kata pengantar begitu kata mbak dee di akhir halaman buku IEP. Serial setelahnya adalah Petir, Akar, Partikel dan Gelombang.

IEP ini merupakan buku pertama yang saya baca dari serial supernova, alasannya sederhana, karena Pak Jokowi beli buku ini dan kebetulan temen saya punya jadi bisa saya pinjam.

Meskipun belum baca serial-serial sebelumnya saya bisa tetep paham baca alur, karakter dan tetep bisa memgikuti ceritanya. Mungkin karena semua karakter dipertemukan jadi satu di dalam buku ini. Dan setiap karakter seperti diingatkan keahlianya apa dan tugasnya apa. 

Jadi ceritanya setiap karakter disini itu disebutkan amnesia sehingga murni nggak tau keahliannya dan tugasnya apa. Dan diserial terakhir ini di ingatkan sehingga mereka tau kemampuannya dan tugasnya apa.

Novel fiksi yang seru, kejar-kejaran antara Sarvara, Inflitran dan Peretas. Sarvara dan Inflitran yang bertarung yang satu ingin memusnahkan para peretas, yang satunya ingin menyelamatkan. Dua-duanya ingin membuat para peretas percaya bahwa mereka adalah orang yang ingin menolong dan membantu. Pada akhirnya yang jahat tetap akan terlihat. 

Jangan mudah percaya. Itu yang dapat saya petik dari novel ini. Orang yang luarnya baik belum tentu hatinyapun baik. Ada banyak orang yang berbuat baik untuk mendapatkan keuntungan. 

Pelajaran kedua yang bisa saya ambil. Mungkin yang belum baca novel ini nggak akan ngeh dengan maksud saya ini. Tapi dari novel ini saya belajar, bahwa apa yang kita alami ini sebenarnya sudah di atur.

Semua yang terjadi dalam hidup ini adalah yang terbaik. Tapi kita diberi hak untuk memilih. Memilih menjadi baik atau buruk. Dari alfa, karakter gelombang yang akhirnya memilih untuk meninggal dan kembali ke asko untuk menyelamatkan teman-teman dan misinya daripada berubah menjadi Sarvara meskipun harus kehilangan wanita yang di cintainya.

Bidadaripun Cemburu

… Aku bertanya, “Ya Rasulallah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli?”


Beliau menjawab,“Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari seperti kelebihan apa yang nampak dari apa yang tidak terlihat.”


Aku bertanya,“ Mengapa wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari?”


Beliau menjawab,“ Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuningan, sanggulnya mutiara, dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, “Kami hidup abadi dan tidak mati. Kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali. Kami ridha dan tak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.”… (HR Ath Thabrani)


Kalau ada yang akan memberi nasihat agar bidadari cemburu padamu, biarlah Allah sendiri yang mengajakmu bicara


“ Maka wanita shalihat, yang tunduk kepada Allah dan menaati suaminya, yang sangat menjaga di saat ia tak hadir sebagaimana yang di ajarkan oleh Allah.” (An Nisa’ 34)