Robohnya Surau Kami

Dalam sebuah cerita pendek karangan A.A. Navis yang berjudul robohnya surau kami diceritakan terdapat seorang ahli ibadah bernama haji saleh. Di dunia dia tak pernah lupa untuk beribadah dan mengingat Allah. Shalat tak pernah ditinggalkan, baca Al-quran tak pernah lalai, ibadah haji dia tunaikan.


Waktu di akhirat, berbanggalah dia karena merasa sudah pasti masuk surga. Tertawa dia melihat orang-orang yang masuk ke neraka, mengejek. Sampai pada gilirannya, Allah memasukkannya ke neraka. Betapa kagetnya dia.


Diapun tak terima dengan apa yang di putuskan oleh Allah. Bertanyalah dia kenapa dia dimasukkan ke neraka padahal selama di dunia dia selalu mengingat Allah.


Berdialoglah Tuhan dengan haji Saleh.

"Engkau rela tetap melarat, bukan?"

"Benar. Kami rela sekali, Tuhanku."

"Karena kerelaanmu itu, anak cucumu tetap juga melarat, bukan?"

"Sungguhpun anak cucu kami itu melarat, tapi mereka semua pintar mengaji. Kitab-Mu mereka hafal diluar kepala."

"Tapi seperti kamu juga, apa yang disebutnya tidak dimasukkan ke hatinya, bukan?"

"Ada, Tuhanku."

"Kalau ada, kenapa engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya semua. Sedang harta bendamu kau biarkan orang lain mengambilnya untuk anak cucu mereka. Dan engkau lebih suka berkelahi antara kamu sendiri, saling menipu, saling memeras. Aku beri kau negeri yang kaya raya, tapi kau malas. Kau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sedang aku menyuruh engkau semuanya beramal di samping beribadat. Bagaimana engkau bisa beramal kalau engkau miskin. Engkau kira aku ini suka pujian, mabuk disembah saja, hingga kerjamu lain tidak memuji-muji dan menyembahku saja. Tidak...."


Dari cerita diatas kita dapat mengambil pelajaran, bahwa untuk mendapat surga-Nya tidak hanya dengan menyembahnya saja. Kita harus menjadi seseorang yanh bermanfaat bagi orang lain. Lebih dari bermanfaat masalah ibadah. Bermanfaat bagi orang lain bisa berupa ilmu yang bermanfaat. Untuk itulah kita harus terus belajar.

Tidak ada komentar