Pulau Kecil Bernama Gili Labak

gili labak
Yeah, akhirnya bisa ke pulau kecil bernama Gili Labak ini. Beberapa bulan yang lalu saya sempat berencana kesini sama seorang teman. Namun, beberapa hari sebelum berangkat travelmate saya mengalami musibah. Yup, manusia hanya bisa berencana hasil akhirnya tetap Allah yang menentukan. Tertundalah angan-angan buat ketemu terumbu karang dan ikan nemonya.

Awal bulan ini nggak ada angin nggak ada ujan, adek tingkat kuliah saya ngajakin buat ke gili labak ini. Sempat hampir gagal karena travelnya uda full dan destinasi akan diganti ke tiga warna Malang. Tapi akhirnya dapat travel lain yang masih ada koutanya. Dan berangkatlah kita tanggal 13 Mei 2017 ke Gili labak.

Dari Malang saya berangkat berempat dengan menggunakan kereta penataran menuju st Gubeng, karena meeting pointnya disana. Kita berangkat dengan kereta terakhir dan sampai di Gubeng pukul 22.30WIB. Di Gubeng sendiri sudah ada 3 teman yang menunggu salah satunya adek tingkat saya. Sekitaran pukul 00.15 WIB kita berangkat menuju Sumenep.

Perjalanan ditempuh kira-kita 3jam-an.
Di salah satu random acaranya ada kegiatan liat sunrise di tengah laut. Tapi lupakan terombang ambing ditengah lautnya untuk nungguin mataharinya muncul, karena kita berangkat sesudah subuh dan mataharinya udah senyum manis sama kita.
pelabuhan gililabak
Pelabuhan

Destinasi awal adalah Pulau sembilan/ Gili Genting. Perjalanan ditempuh selama 30 menit. Kita diberi waktu 1,5jam buat sarapan dan foto-foto. Tempatnya instagramable, banyak spot foto di sepanjang bibir pantai ada papan-papan tulisan, ayunan, rangkaian bunga bentuk love dan masih banyak spot lainnya.
ayunan pulau sembilan
ayunan pantai 9
Waktu kita datang suasana uda rame banget, sepertinya ada rombongan yang menginap sejak kemarin. Secara keseluruhan lumayanlah pantainya. Tapi nggak yang wah banget, biasa aja. Sempat ngerasa kok cuma kayak gini ya.

Destinasi selanjutnya ke Gili Labak. Perjalanan ditempuh selama 1jam. Berasa lama banget sampe saya dan beberapa teman tertidur di perahu. Penilaian awal, pulau yang satu ini lumayan lah lebih bagus dari pada yang tadi. Pasirnya putih dan lembut banget kayak tepung.

Di beberapa bibir pantai juga ada spot foto tapi lebih sedikit. Spot foto paling mainstream juga ada yaitu papan bertulis gili labak dengan cat warna warni kayak yang di gili trawangan. Setelahnya grup kita dibagi menjadi dua, separo snorkeling separonya lagi keliling pulau. Saya dan teman-teman ambil yang keliling pulau dulu baru snorkeling.

Buat keliling pulau ini nggak lama ternyata, cuma butuh waktu 30menit jalan kaki. Iya jalan kaki, tanpa harus naik kendaraan (sepeda misalnya). Karena emank luas pulau ini hanya 5 hectar (kata mas guide, belum sempat ngukur sendiri saya). Makanya kalo dipeta ni pulau nggak keliatan, paling cuma berupa titik aja sangking kecilnya.

gili labakSesuai petunjuk dari mas guide untuk ke belakang pulau bisa lewat kampung dengan mengikuti jalan setapak kecil. Setelah kita melewati beberapa rumah kita akan ketemu lapangan dan nyambung ke hutan kecil. Keluar dari hutan warna putih dan biru laut langsung mendominasi.

Bagian belakang gili labak ini keren abis. Bener-bener cantik. Ada beberapa perahu tongkang yang biasanya buat mencari ikan bersandar disana. Air lautnya bening banget bikin pingin nyebur aja. Warna biru tua laut, bersanding indah dengan warna biru muda langit dan putihnya pasir pantai.

Dan pas disana cuma ada saya dan teman saya. Jadi berasa kayak pantai pribadi. Beberapa pohon (sepertinya cara) tumbuh rapu berjajar.  Akhirnya saya menemukan sisi istimewa pulau ini. Penilaian yang "kok cuma gini aja" tadi bener-bener bertolak belakang dengan yang disini.

Setelah puas menikmati keindahan pantai ciptaan-Nya dan berfoto ria. Kita pun sampai lagi di bagian depan pulau. Sambil nunggu waktu buat sesi snorkeling kita jajan di warung. Harga makanan dan minuman disini cukup murah untuk ukuran daerah wisata yang terpisah dari pulau utama (bc: madura). Es degan nya cuma 10k, bukan gelasan lo ya tapi bener bener satu degan. Mie instan 7k, dan teh anget 3k. Murah kan.

Pukul 12.00 WIB kita berangkat snorkeling. Kebetulan kita dapat mas guide yang telaten, jadi sebelum semua turun ke air kita diberi arahan terlebih dahulu cara-cara snorkeling. Keluar masuk nafas dari mulut, goggles harus sampai rekat dikulit biar air nggak bisa masuk dan yang terakhir jangan panic nyantai aja kalo di air. Setelah arahan selesai mulailah kita bisa turun ke air.

Snorkeling disini nggak kalah keren dari tempat snorkeling lain. Terumbu karangnya banyak macam. Dari yang udah tumbuh dengan bagus dan warna warninya bikin melek mata, sampai yang uda rusak dan yang baru aja di tanam. Ikam ikannya juga banyak. Puas banget rasanya snorkeling disana.

Setelah snorkeling kita balik ke pulau istirahat sebentar kemudiam kembali ke sumenep. Perjalanan memakan waktu 1.5jam dan dihabiskan dengan tidur pules di perahu. Sekitar pukul 15.30 WIB kita sudah sampai di rumah singgah. Setelah bersih-bersih dan makan pukul 17.30 WIB kita balik ke Surabaya.

Tempatnya recomended banget. Cocok deh buat next destination kalian yang butuh vitaminsea. Nggak bakal nyesel deh suer.


gili labak

No comments

Post a Comment