Origin, Antara Sains dan Agama

origin dan brown

Judul : Origin
Penulis : Dan Brown
Penerbit : Bentang Pustaka
Cetakan : November 2017
Halaman : 516 halaman ; 23,5 cm
ISBN 978-602-291-442-6

Rasa-rasanya kisah Robert Langdong tak jauh-jauh dari pertikaian antara agama dan sains. Dari karya-karya Dan Brown sebelumnya yang mengisahkan Robert Langdong yaitu Angels and Demons, The Da Vinci Code, The Lost Symbol, dan Inferno, semua menceritakan tentang ketidak akuran antara agama dan sains.

Agama disini adalah agama Katolik dan Kristen yang merupakan agama mayoritas disana. Beberapa kali coba diboikot, sepertinya tak menyurutkan niatnya untuk menulis novel bertajuk agama dan sains. Novel yang di adopsi menjadi film pertamanya, The Davinci Code di larang tayang di beberapa negara. Hampir diboikot juga di Indonesia kala itu. Karena ceritanya yang kontroversi.

Origin ini tak kalah fenomenalnya dengan karya-karya sebelumnya. Masih berhubungan dengan gereja dan organisasi-organisasi keagamaan didalamnya. Mengisahkan tetang seorang futuris ateis bernama Edmon Kirsch yang temuannya mengegerkan dunia. Dia menyatakan telah menemukan jawaban dari pertanyaan fundamental manusia dari mana asal kita? Dan Kemana kita akan pergi?

Kirsch merupakan mantan mahasiswa Langdon dua puluh tahun yang lalu, mengundang Langdon dalam presentasi temuannya tersebut di Museum Guggenheim, Spanyol. Namun semua berjalan tak sesuai rencana.

Sebelum Kirsch mengungkapkan temuannya, seseorang menembaknya hingga tewas. Tak ingin temuan mahasiswanya lenyap begitu saja, Langdon berusaha mengungkapkannya. Dia berusaha mencari kata kunci yang terdiri dari empat puluh tujuh huruf untuk membuka file temuan Kirsch.

Langdon menyusuri bangunan-bangunan sejarah demi empat puluh tujuh huruf. Mencoba memecahkan kode-kode yang diberikan Kirsch sebelum nyawanya hilang. Berkejar-kejaran dengan musuh tak nampak yang berusaha melenyapkan nyawanya.

Latar tempat

Seperti yang diberitahukan di halaman depan "semua karya seni, arsitektur,lokasi dan organisasi keagamaan dalam novel ini nyata". Semua kejadian terjadi di Spanyol tepatnya Barcelona dan Madrid. Mengambil tempat-tempat yang penuh dengan karya seni bernilai tinggi.

Tempat presentasi Kirsch di lakukan di Museum Guggenheim. Museum yang di penuhi dengan karya seni modern tiga dimensi. Lalu tempat tinggal Kirsch berada di lantai enam Casa Mila, bangunan karya seniman Gaudi yang tersohor. Dan kunjungan Langdon terakhir untuk menemukan kata kunci berada di Sagrada Familia, gereja dengan gaya arsitektur Gaudi.

Alur cerita

Pembeberan fakta tentang teknologi dan sains yang akurat membuat novel ini berasa seperti kisah nyata. Riset yang dilakukan Dan Brown sangat dalam. Nampak di bab ucapan terima kasih, beberapa nama kurator, biarawan, pastor dan ilmuan yang terpampang.

Tak hanya tentang teknologi dan ilmu komputer saja yang dibahas di buku ini. Tentang ilmu bioligi dan fisika pun masuk di dalamnya. Salah satunya pembahasan tentang percobaan Miller-Urey tentang penciptaan manusia puluhan tahun lalu.

Dari awal Dan Brown menuntun pembaca untuk membuat asumsi-asumsi terhadap satu tokoh yang sengaja di buat Antagonis. Semua tuduhan mengacu pada seorang Uskup yang merangkap sebagai penasehat kerajaan Spanyol. Namun endingnya Dan Brown memberi kejutan dengan efek kemajuan teknologi yang mutakhir.

" The dark religions are departed and the sweet science reign'" (Blake)

Kata penutup yang sangat menyentuh yand diambil dari akhir puisi karya Blake. Penjelasan Langdon terhadap Bapa Bena "Kalimat terakhir Blake, dapat dengan mudah ditafsirkan : ' Sains yang baik akan meruntuhkan agama kegelapan . . . sehingga agama terang dapat berkembang."

Buku ini mengajarkan bahwa agama dan sains harusnya berjalan bersama-sama. Kemajuan sains dan teknologi tanpa diiringi iman yang kuat akan membuatnya hancur dan tak ternilai. Sama seperti agama bila tak di ikuti perkembangan sains dan teknologi akan membuatnya kerdil.



No comments

Post a Comment