Go Around The World bareng The Journeys


Baca buku  The Journeys ini kaki jadi gatel pingin backpackeran, bener-bener racun deh buku ini haha. Buku ini berisi tentang pengalaman travelling beberapa penulis. Beberapa uda familier diantaranya Raditya Dika blogger dan komika gokil, saya juga sudah baca beberapa bukunya yang bikin ngakak gulung-gulung.

Terus Aditya Mulya yang nulis Sabtu Bersama Bapak (udah baca juga bukunya) dan Trinity yang nulis The Naked Traveler (kalo yang ini hanya sekedar tau tapi belom baca). Yang lainnya bener-bener belum tau.

Karena perbab beda-beda ceritanya jadi bisa loncat-loncat bacanya. Pertama saya baca pengalaman Alexander Thian waktu ke Karimun jawa (page : 119). Selain karena tempatnya masih di Jawa juga karena saya pernah kesana.

Jadi penasaran aja, yang dia rasain sama nggak sama saya. Dan emang pengalamannya hampir sama, bedanya dia dulu backpackeran sedangkan saya ikut travel agent. Yang ngebahas tentang traveling di Indonesia cuma dua Alexander Thian di Karimun jawa dan Okke "Sepatumerah" (page : 107) di Soe NTT, lainnya di luar negri semua.

Karena yang cerita banyak jadi beda-beda cara nulisnya. Asik sich bacanya, ada yang ngebahas place nya, ada yang lebih banyak bahas kulinernya, ada juga yang lebih banyak bahas something strange disana. Seru, isinya nggak hanya beda-beda tempatnya tapi juga dari sudut pandang yang beda-beda.

Ada beberapa cerita yang jadi favorit saya. Punyanya Aditya Mulya (page : 193) yang nyeritain pengalamannya waktu ngurus passport yang akan expired ke Senegal Afrika Barat. Karena jarang banget lo ada cerita travelling ke Benua Hitam ini.

Dan baru nggeh kalo ternyata ngurus visa ke Afrika itu ribet cuy kudu ke Jepang dulu. Dan nggak semua negara di Afrika sono aman buat dikunjungi, karena ada beberapa negara yang rawan konflik diantaranya Liberia, Congo, Guenia dan Mali.

Kemudian ceritanya Valiant Budi (page : 91) di Arab Saudi. Selain karena ceritanya yang gokil abis juga karena pengalamannya bertemu someone stranger. Jadi waktu dia ke Madinah dia bertemu bapak-bapak yang nawarin roti panas. Si bapak tiba-tiba tanya,

B (Bapak) ; V (Valiant)

B  : Ngomong-ngomong, apa yang membawamu bisa terbang jauh ke negeri ini, anak muda?

V  : Yah mempertebal... Iman?

B  : Apa sih arti keyakinan bagimu?

V  : Keyakinan bagi saya.. Seperti wewangian. Kita benar-benar bisa merasakannya; mencium 
aromanya, tapi susah untuk mendefinisikannya terutama kepada orang yang belum pernah,belum bisa atau memang tidak mau mencium aroma wewangian tersebut.

B : Apakah kamu sudah mendapatkan wewangian tersebut?

Si Valiant nggak bisa ngejawab. Sampai si bapak bilang " Kau akan kembali kemari, Anak Muda, untuk waktu yang jauh lebih lama dari yang pernah kau bayangkan. Itupun bila kau beruntung. Ataupun mungkin juga sial. Tergantung selama apa wewangianmu tidak menguap." Dan si bapak pergi dan meninggalkan roti panasnya untuk Valiant. 

Emank sich banyak juga orang-orang yang pernah kesana punya pengalaman-pengalaman aneh. Ada yang tiba-tiba aja tersesat waktu mau keluar Masjidil Haram padahal pintunya ada didepan mata tapi ndak kelihatan.

Ada yang tiba-tiba aja uda berada di samping kabah padahal sepertinya susah mencapainya dengan tubuh yang mungil diantara para jamaah yang bertubuh tinggi dan kekar. Katanya semua hal bisa terjadi disana.

At all pengalaman penulis lainnya nggak kalah kerennya. Kalo kata bang Fiersa Besari "Petualangan bukan hanya tentang menemukan destinasi wisata, tapi juga tentang menemukan siapa diri kita yang sebenarnya."

Kapan lel go abroad?? Itu passpor dianggurin doank?? 

No comments

Post a Comment