Melihat Sisi Lain Eropa Melalui 99 Cahaya di Langit Eropa

 
99 cahaya di langit Eropa merupakan novel best seller terbitan Gramedia Pustaka Utama yang diterbitkan tahun 2011. Karya anak seorang politikus ternama Amien Rais yaitu Hanum Rais dan Rangga Almahendra suaminya.

Telah di adaptasi jadi film tahun 2013 lalu. Filmnya ada dua yang pertama rilis bulan Nov 2013 dan yang kedua rilis Maret 2014. Karena belum liat filmnya jadi ga bisa komentar banyak tentang dua filmnya. Apakah  dalam satu novel ceritanya di bagi dua atau gimana saya kurang tau. 

Dan akhirnya saya nemuin novel ini dengan harga yang bisa dibilang murah banget, 30k, edisi tanda tangan penulis pula. Beruntung banget kan saya hehe. Meskipun plastiknya uda robek dan hilang, tapi isi bukunya masih bagus. Kertasnya gak ada yang sobek ato bernoda kena air.

Buku ini bercerita tentang perjalanan Hanum dan Rangga selama bertugas di Eropa selama 3 tahun. Yang bikin berbeda dari buku travelling biasanya adalah penyisipan pengetahuan tentang sejarah dan budaya. Didominasi tentang sejarah jaman kejayaan islam di Eropa. Selain itu juga ada pengetahuan tentang karya-karya seni eropa dan sejarah Eropa.  

Di awali dengan pertemuan hanum dan fatma seorang imigran Turki yang sama-sama berada di kelas bahasa jerman. Fatma memiliki mimpi untuk menjadi Agen muslim yang damai. Membalas kebaikan dengan kebaik dan membalas kejahatan dengan kebaikan.

Hal tersebut membuat Hanum terkesan. Apalagi pengetahuan Fatma tentang sejarah sangat banyak. Dari Fatma, Hanum ingin pergi keliling Eropa untuk belajar tentang sejarah islam di Eropa.

Perjalanan di mulai dr Wina tempat Rangga dan Hanum menetap. Berlanjut ke Paris, Cordoba, Granada dan berakhir di Turki. Perjalanan yang di kemas dengan sangat indah dan menarik. Bahasa yang di gunakanpun ringan jadi bacanya nggak begitu mikir.

Penjelasan tentang sejarah dikemas secara sederhana tapi pas banget. Bagaimana budaya islam dulunya begitu berpengaruh di Eropa yang di jelaskan dari beberapa pakaian Raja yang berlafalkan tulisan arab kufic. 

Dari sini kita belajar, bahwa agama dan ilmu pengetahuan merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan. Karena bila salah satu berdiri sendiri dan meninggalkan yang lain, akan pincang jadinya. 

Seperti wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad.
Bacalah dengan (memyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. 
Dia yang menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmu yang Maha Pemurah.
Yang mengajarkan (manusia) dengan perantara kalam (pengetahuan).
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

At all, banyak banget yang bisa di pelajari dalam buku ini. Buku ini lebih dari sekedar buku travelling biasa. Banyak pengetahuannya, banyak kisah sejarahnya, banyak kebudayaannya dan yang paling penting banyak pesan yang bisa di ambil. Beberapa kutipan bakal saya tulis diluar tulisan ini. cek cek ya :)

No comments

Post a Comment