ASIYAH

 
Judul : Asiyah, Sang Mawar Gurun Fir'aun
Terjemahan dari, Nil in Melikesi
Penulis : Sibel Eraslan
Penerjemah : Ahmad Saefudin, Hyunisa Rahmanadia, Erwin Putra
Penerbit : Kaysa Media (Grup Puspa Swara) Anggota Ikapi
Halaman : vi + 444 hlm; 20 cm

Pertama kali lihat buku ini saya langsung tertarik buat membacanya. Karena kisah tentang Ratu Asiyah sangat jarang di ceritakan. Sebagian besar cerita Nabi Musa tentang Asiyah hanya menceritakan bahwa dia mengambil Musa kecil dari sungai Nil dan mengasuhnya di istana.

Dan kebanyakan tidak menyebutkan namanya Asiyah, tetapi disebutkan sebagai istri fir'aun. Karena itu sayapun jadi penasaran tentang sosok sang Ratu.

Cerita di awali dengan runtuhnya kerajaan yang di pimpin Raja Akhen, seorang raja yang percaya pada Tuhan yang Satu ajaran Nabi Yusuf. Semua pengikutnya di bantai dan menyisakan sedikit, sejarah tentang sang Raja pun dihapuskan.

Kepercayaan tentang Tuhan yang Esa pun dihapus digantikan dengan Tuhan yang banyak dan penyembahan terhadap berhala. Diantara pengikut raja yang selamat terdapat abdinya yang paling setia yang bernama Apa dan 4 anak keturunan kerajaan yang nantinya akan mengubah sejarah kerajaan Mesir.

Empat anak tersebut adalah Ra yang memiliki sifat kepemimpinan dan wibawa yang besar tetapi sombong dan angkuh yang nantinya menjadi Raja mesir Fir'aun. Ka yang pintar alkimia yang pendiam tapi tak setia yang nantinya menjadi peniliti kerajaan.

Ha yang gagah dan berwibawa tapi licik yang nantinya menjadi penasehat raja. Dan yang terakhir Yes yang di panggil Asiyah, wanita rendah hati dan dermawan yang nantinya menjadi istri Ra, Ratu Mesir. 

Saat mereka beranjak dewasa, diangkatlah Ra sebagai Raja dan Asiyah sebagai Ratu. Kecintaan Ra terhadap Asiyah terkalahkan oleh bujuk rayu Ha yang menawarkan kekuasaan dan harta. Membuat Ra menjadi seorang raja yang dzalim, yang menindas kaum papa.

Sampai pada suatu hari Raja Ra bermimpi bahwa suatu hari nanti kekuasaannya akan di hancurkan oleh seorang anak lelaki kaum ibrani. Kaum yang selama ini dia jadikan budak Mesir. 

Karena mimpinya itu di titahkannya untuk membunuh bayi laki-laki yang baru lahir. Satu tahun adalah tahun kematian dan satu tahun berikutnya adalah tahun kelahiran, begitu seterusnya.

Dan pada tahun kematian, lahirlah seorang anak laki-laki dari seorang perempuan bernama Yakobed. Bayi laki-laki yang akan menghancurkan kekuasaan Raja dzalim. Atas perintah Allah, yang diperolehnya dari mimpi, Yakobed memasukkan bayi laki-laki itu kedalam peti dan menghanyutkannya di sungai nil.

Ratu Asiyah, yang pada saat itu sedang berada di sungai Nil bersama dua abdinya menemukan bayi laki-laki dalam peti itu dan di beri nama bayi itu Musa karena di ambil dari air.

Ra, mendapatkan berita dari Ha tentang bayi laki-laki yang hidup di tahun kematian langsung menemui Asiyah. Demi melihat senyum sang Ratu, demi melihat kegemberiaan sang Ratu yang menggendong bayi Musa, meloloskan permintaan sang Ratu untuk mengangkat Musa menjadi anak. 

Atas rayuan Ha sang penasehat, raja Ra menikahi putri dari utara untuk memperkuat kerajaan dan menyatakan dirinya sebagai Tuhan. Fir'aun. Mengetahui suaminya menyatakan dirinya sebagai Tuhan, hati sang ratu hancur. Dia mengasingkan dirinya dan Musa ke istana musim panas Avaris. 

Buku yang sangat menarik, semacam buku biografi tapi di sajikan dengan cara bercerita sehingga mudah di mengerti. Bahasanya nggak berat dan nggak membosankan. Penulis menyajikan dengan baik sifat dan sikap Ratu Asiyah. Beberapa di selipi dengan ayat-ayat Al-quran yang memang membahas kisah Nabi Musa, seperti Qs Al-Qhasas dan Qs Al-A'raf.

Karena memang buku terjemahan jadi kadang ada beberapa kalimat yang aneh. Seperti saya pernah menemukan kata 'yang' dibelakang kalimat kemudian titik. Kesalahan cetakan juga beberapa kali saya temui, ada kata yang hurufnya hilang satu. 

Ratu Asiyah, mengajarkan kepada kita untuk sabar, rendah hati dan dermawan. Kehidupan istana yang begitu megah tidak dapat membuatnya bahagia. Peraturan-peraturan yang di buat sang raja, tidak sesuai dengan jiwanya yang penuh kerendahan hati.

Kedzaliman sang raja membuat hatinya semakin sedih. Tapi dia bisa melaluinya dengan kesabaran yang sangat tinggi. Betapa kuatnya dia menggenggam keyakinannya terhadap Allah yang Esa, diantara orang-orang yang menganggap rajanya adalah Tuhan.

"Asiyah, Ratu Yesiyis, adalah ratu utama.

Meskipun berada dibawah tekanan lingkungan istana, hal ini takkan pernah salah. Dia adalah ratu utama.

Asiyah adalah seorang sultanah yang tak pernah berbalik dari ajaran Tuhan yang Satu Nabi Yusuf yang berada dalam jiwanya sejak masih anak-anak.

Dia adalah orang yang akan menjadi sultanah yang membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat.

Mendedikasikan kebaikan kepada rakyatnya dan Mesir.

Ketenarannya pun semakin bertambah diantara kalangan masyarakat tingkat bawah dan para Apiru.

Bahkan, raja yang dilaknat karena kedzaliman dan penyalahgunaan kekuasaan pun menaruh hormat kepada Asiyah."


Budug Asu

Pemandangan dari atas Budug Asu
Mungkin masih banyak yang belum tau dengan budug asu ini. Bukit yang terletak di desa wonosari, kab. Lawang ini belum begitu hits. Tempatnya terletak di kawasan kebun teh wonosari, Lawang. Hari minggu kemarin (29/01/17) saya jalan-jalan kesana bersama chimot, dila dan 2 temannya chimot (guntur dan nia). 

Untuk masuk kesana kita harus masuk ke wilayah perkebunan teh dahulu. Tiket masuknya Rp. 15.000 /weekend dan Rp. 10.000/weekday. Setelah parkir motor dan tanya-tanya pak parkir jalurnya (karena yg pernah kesana cuma guntur) kita pun cuzz brangkat. 

Menurut petugas parkir kebun teh, perjalanan kesana memakan waktu kira-kira 2 jam dan jalannya masih makadam (berbatuan dan tanah belum aspal). Kita sudah feeling emang kalo jalannya not nice jadilah semua uda pake sendal gunung atau sepatu. 

Hamparan tanaman teh yang luas dan hijau menyambut awal perjalanan kita. Udara dingin pegunungan pun mulai terasa. Perjalanan berjalan dengan santai dipenuhi canda tawa. Setelah perkebunan teh habis, kita melewati jalanan berbatu dan menanjak yang mengantarkan kita ke hutan pinus.

Disini kita bertemu dengan beberapa anak yang tujuannya sama ke budug asu tapi mereka menggunakan motor. Jadilah kita mengalah dan berhenti sampai mereka lewat. Pertama karena kita takut tertabrak, kedua karena kita takut motornya ngguling dan kena kita. 

Track ke budug asu ini sepertinya memang sengaja di buat untuk motor cross dan jeep. Karena berbatuan dan bertanah becek. Dan pejalan kaki terpaksa harus mengalah. 

Hutan Pinus
Perjalanan memasuki hutan pinus
Setelah tanjakan, kita disambut hutan pinus yang lebat dan  sejuk. Suasana lebih hening, sendu, dan tenang. Tak ada motor yang lewat lagi. Jalannya landai dan berbatu jadi ga begitu susah.

Meskipun begitu tetap saja keringat bercucuran karena matahari mulai bergerak ke atas. Di hutan pinus ini kita bertemu dengan beberapa anjing penjaga. Sepertinya jagain kebun milik penduduk, karena ada bangunan seperti rumah didekatnya.

Setelah hutan pinus habis, kita lewat hutan basah, beberapa pohon besar dan berlumut tampak menyelimuti. Kita lewat jalur pendaki karena jalur menyimpang jadi dua, yang satu untuk motor cross yang satu untuk pendaki.

Jalur ini lebih nanjak daripada yg untuk motor. Jalur motor lebih landai tapi memutar. Jalannya tanah basah dan sedikit becek. Menghabiskan jalur ini tidak begitu lama karena jalurnya pendek walau sedikit nanjak. Setelah jalur ini sampailah kita di budug asu.

Ternyata diatas sudah sangat ramai. Banyak pengendara motor dan jeep yang beristirahat dan menikmati pemandangan. Nice view. Dari sini kita dapat melihat kota malang, dengan genteng-genteng rumah yang terlihat kotak-kotak kecil. Alur kebun teh pun terlihat hijau dan indah. 
Pemandangan Budug Asu
Kursi kayu untuk istirahat dan bersantai
Dan disini ada satu warung, jadi kita bisa isi perut yang uda keroncongan mulai tadi. Menunya tak hanya mie instan aja, ada soto ayam, ayam rica-rica dan nasi empok lauk tempe tahu. ehmmmm enak banget. Bangku-bangku kayu pun udah disiapkan buat tempat makan dan menikmati pemandangan kota Malang dari atas. Harga makanannya pun bersahabat, nggak mahal, malah sangat murah menurut saya. 

Setelah selesai mengenyangkan perut dan dokumentasi buat di share di social media *biar kekinian* kita pun balik. Kali ini lewat jalur yang lain, kata guntur sich lebih cepat dan pemandangan lebih indah. 

Tapiiiiiii...... Jalannya nurun banget. Track awal mudah karena tanahnya udah di bentuk cekungan cekungan seperti tangga. Dan pemandangannya hwuiiih keren gila. Seperti yang di video klipnya aurel "separuh jiwaku pergi". Bedanya disitu datar jalannya sedangkan disini menurun. 
dari belakang ke depan (Guntur, Chimot, Saya, Dila, Nia)
Track semakin kebawah semakin licin. Korban jatuh pertama Nia, disusul dengan dila. Dan yang lain ngakak guling-guling *teman macam apa ini?! Hahaha. Nggak lama kita turun hujanpun ikut turun. Aaarght, i hate this. Jalan semakin licin, becek dan kotor. Chimot, Dila dan Nia malah kesengenan main prosotan. Dan akhirnya sampai juga kita di bawah dengan sukses.

Hiking tipis-tipis kali ini lumayan memakan tenaga. Meciptakan banyak tawa. Mengeluarkan banyak kata "ya ampun keren nya", "ya Allah indah banget", "hati-hati awas jatuh" dan "hahahaha" liat teman terpeleset-peleset. Pada akhirnya semua perjalanan akan selalu maninggalkan banyak banget cerita dan kenangan. Kenangan indah tentang kita ya gaes, bukan tentang mantan *cubit yang gamon. 

Bahagia yang Seperti Apa?

Setiap orang pasti menginginkan kebahagiaan dalam hidupnya. Sifat serakah manusia kadang menginginkan untuk selalu merasakan kebahagiaan. Hal ini membuatnya mengutuk rasa sedih. Tapi bahagia seperti apakah?


Every body have a problem. Entah itu kecil atau besar. Setiap orangpun pasti akan diuji dengan masalahnya itu. But remember, Tuhan nggak akan menguji manusia melebihi batas kemampuannya. Tapi kadang manusianya memilih jalan pintas untuk menyelesaikan masalahnya.


"Aku butuh bahagia" itu alasannya. Sehingga akhirnya beberapa memilih untuk mengonsumsi ganja atau obat-obatan terlarang. Mereka bahagia, iya. Tapi hanya sesaat, sampai efek obat-obatan tersebut hilang. Bila sudah kembali normal masalah itu akan teringat lagi, terasa kembali. Dan akhirnya sedih lagi, stress lagi, butuh bahagia lagi.


Jadi, mau bahagia seperti apa? Kebahagiaan semu atau nyata? Itu pilihan.


Bagi saya, setiap masalah pasti punya solusi. Meskipun kadang solusinya nggak seperti apa yang kita inginkan. Itulah mengapa kita harus belajar ikhlas. Tuhan punya caranya sendiri untuk menunjukkan penyelesaian masalah. Itulah mengapa kita harus bersabar.

Menikmati Masa Sekarang


Rutinitas saya benar-benar berubah 180 derajat setelah saya resign dari pekerjaan saya. Ketika saya menjadi seorang pekerja di salah satu perusahaan swasta di kota saya, pagi hari saya dimulai dengan bangun pagi, mandi, bikin sarapan dan nyiapin bekal (tapi kalo pingin makan diluar ya nggak). 

Dikantor haha hihi dengan teman kantor, bikin laporan, dan pulang. Sampai dirumah kalo ga bantu si emak jaga toko ya nonton tv sambil leyeh-leyeh. Begitu terus setiap harinya.

Setelah saya resign, saya mulai mencoba mencari pekerjaan baru lagi (dan gak dapet-dapet #hiks). Im too focus in something that i cant do well. Ada masa saya benar-benar down banget. Saya merasa tertekan dengan keadaan saya. Dan berujung menyalahkan diri saya sendiri dan menyalahkan keadaan. 

I fell useless.

Did you know? Setiap orang mempunyai masa kritisnya masing-masing, masa dimana dia merasa bener-bener down dan sedih banget. Istilah "hidup itu seperti roda, ada saatnya kita diatas dan ada saatnya kita dibawah". Yes, its true!! Setiap orang gak akan  bahagia terus dan ga akan sedih terus. 

Bukankah bahagia ga akan terasa kalau ga ada sedih, begitu pula sebaliknya.

Dalam masa kritis tersebut saya selalu berfikir dan berfikir what i have to do? Apa yang harus saya lakukan untuk meninggalkan masa ini. Saya nggak mau stuck di masa ini, saya harus terus berjalan entah kemana, nggak tau tujuannya.

Dan dalam proses tersebut, entah bagaimana Allah menunjukkan saya akan hal-hal yang tak pernah saya sadari. Saat saya ingin menghilangkan kegalauan saya, saya di pertemukan dengan teman-teman saya yang ternyata masalahnya lebih sulit daripada saya, lebih complex daripada saya.

Dan nyatanya mereka yang memiliki masalah yang lebih lebih tersebut masih bisa tersenyum dan bercanda. Masih bisa ngakak bareng dengan saya walau guyonan saya garing.

Dan apa apa yang saya temui pada masa itu membuat saya berdamai dengan diri saya. Kadang saya suka berfikir, kenapa Allah memperlihatkan kesedihan atau masalah teman saya kepada saya padahal saya tak ingin, tak pernah meminta untuk melihat kesedihan teman-teman saya.

Allah memberikan apa yang kamu butuhkan, bukan apa yang kamu inginkan. Yup, saat itu memang saya perlu untuk tau bahwa masalah tak hanya datang pada saya. Jadi tak perlulah  mendramatisir dan merasa menjadi orang yang paling sedih sedunia. Toh buktinya banyak orang-orang yang seharusnya sedih ternyata bisa tegar dan terseyum.

Dan sekarang saya sudah bisa menikmati masa sekarang saya. Roda saya sudah berputar, berjalan terus walau kadang melambat. Berusaha untuk selalu berjalan dijalan yang lurus.

"Allahumma arinal haqqo haqqo wa arinal baatila baatila warzuqnaj tinaabah".
"Ya Allah tunjukkanlah bahwa yang benar itu benar dan yang salah itu salah dan berilah kami kemampuan untuk menghindari kesalahan itu".

Sendiri

Tidakkah kita memikirkan
Jangan-jangan purnama yang bercahaya indah itu
Ternyata kesepian
Menatap kita dari atas sana dalam lengang
Sendirian

Tidakkah kita memerhatikan
Jangan-jangan gunung kokoh berdiri menjulang itu
Ternyata kesepian
Menatap kita dari puncaknya dalam senyap
Sendirian

Tidakkah kita mengamati
Jangan-jangan hidup orang-orang besar
Yang gemerlap diperhatikan orang banyak
Yang menjadi bahan pembicaraan
Yang begitu memesona, begitu hebat
Ternyata kesepian
Sendirian

Maka bersyukurlah yang memiliki keluarga
Memiliki teman-teman terbaik
Boleh jadi kitalah bulan purnama dalam hidup ini
Kitalah gunung kokoh bagi mereka
Dikelilingi orang-orang yang menyayangi kita
Dan kita menyayangi mereka

-TereLiye-

The New Coban Rais

Saya kemarin (14/01/17) bersama ketiga teman saya (dila, chimot dan vivi) pergi ke coban rais, oro-oro ombo, batu. Kita penasaran sama tampilan barunya yang instagramable.

Pertama liat adalah spot ayunan yang berada di sebelah tebing curam. Looks so awesome. Jadilah kita tertarik buat kesana.

Yang pertama kali ada dipikiran saya adalah coban rais yang dulu, trakhir saya kesana kira-kira tahun 2005an. Waktu itu acara pradiklat organisasi pecinta alam di sekolah saya dan saya termasuk salah satu panitianya. Masih sangat sepi, pengunjung yang datang hanya untuk ke coban tidak camp ato outbond bisa di hitung dengan jari.

Karena kebanyakan yang kesana adalah untuk ngecamp. Camping groundnya lumayan luas, air bersihnya juga banyak, jadi pas banget buat ngecamp tipis-tipis.

Dan coban rais yang sekarang sudah sangat berbeda. Jalan sudah bagus, track ke coban juga sebagian sudah mulai di paving. Dan pengunjungnya sudah sangat ramai. Warung-warung sepanjang jalan sudah banyak padal dulu cuma ada satu.

Pedagang kaki lima pun juga banyak. Dan satu lagi ada ojeknya dari pintu masuk ke bukit bulu. Dan sekarang menjadi sangat komersil.

Okeh apakah yang bikin seramai itu? Yup, tempat yang saya bilang instagramable tadi. Namanya Batu Garden Flower. Tempatnya berada di jalur menuju ke coban. 

Untuk masuk kesana harus bayar Rp. 25.000 dapat gratis spot foto di bukit bunga dan papan love.

Untuk ayunan harus bayar Rp.10.000

Ground Hammock dan hammock bertingkat Rp.15.000

Papan I Love U Rp.10.000

Papan Pinus Rp.10.000
Papan LOVE

Taman Bunga

Ayunan

Camp

Hammock

Sebuah Semangat Untuk Belajar

Namanya Mariati, saya memanggilnya ati. Dia wanita dengan usia yang tak muda lagi. Usianya sudah menginjak 60tahunan. Dia terlahir dari keluarga yang kurang mampu.

Keterbatasan dana dan kurangnya dorongan orang tua mambuatnya kurang mendapat pendidikan. Merasakan bangku sekolah hanya sampai kelas 4 sd. Alhamdulillah dia tidak buta huruf.

Dari pendidikan agamapun sama terbatasnya dengan pendidikan umum. Dalam keluarganya shalat 5 waktu saja tak di ajarkan. Dan alhamdulillah di usianya yang sekarang ini dia sudah mulai rajin shalatnya, rajin ikut tahlilan, rajin ikut pengajian-pengajian.

Padahal dulu kalo diajak mama saya tahlilan seminggu sekali yang durasinya cuma 1.5jam aja banyak banget alasannya buat nolak.

Dan sekarang dia lagi semangat-semangatnya buat belajar ngaji. Kira-kira sudah ada satu setengah bulan jalan dan sekarang sudah iqro' 2. Yang bikin saya kadang terharu, seneng dan bangga tu semangat belajarnya.

Coba deh bayangin seorang yang sudah bisa disebut lansia, dengan cepat bisa ngehafal huruf hijaiyah sebanyak 29 huruf itu. Dalam waktu sebulan sudah bisa baca huruf hijaiyah yang di gandeng-gandeng.

Dan tentunya dibalik keberhasilannya yang akhirnya bisa dengan cepat belajar iqro, ada usaha yang begitu keras. Jadwal ngaji nya seminggu cuma 3 kali yaitu senin-rabu. Tapi setiap habis shalat maghrib, isya' dan subuh dia selalu mengulang-ulang apa yang di pelajarinya.

Kadang kalo bingung atau tidak mengerti tanpa malu dia bertanya. Entah kepada saya, kakak-kakak saya, mama saya, ya sapa aja yang ada dan bisa ngaji. Dan setiap dia bisa hal yang baru dengan cerianya dia cerita. Dan baru saja dia pulang ngaji hari ini ngabarin kalo sekarang udah bisa bacaan panjang 1 harokat.

Its mean bentar lagi bakal ujian buat naik iqro' 3. Dan kalo uda mau ujian gitu biasanya tambah rajin mengulang bacaan-bacaannya, rajin tanya apakah yang dia baca bener ato salah.

Ti, semangat terus ya belajarnya. Biar cepet bisa baca Al-Quran. Biar kalo puasaan bisa ikut tadarus di masjid. Biar tambah deket sama Allah.

Sehat terus, insyaAllah kalo deketin yang ngasih rejeki, ntar rejekinya bakal dikasi lebih dan lebih.

Doaku semoga ati bisa istiqomah. Aamiin

Tahun Baru dan Mt. Buthak

Minggu lalu saya ada keinginan pingin hiking yang ga terlalu jauh. Tapi gak ada yang ajak dan ga ada yang mau di ajak. Eh ga taunya sabtu kemarin (31/12/16) tiba-tiba ada yang ajak ke mt. Buthak.

Mendadak juga ngajaknya siang itu ngajak sorenya langsung brangkat. Karena saya belum pernah kesana dan belum sempat searching dan tanya-tanya tentang track nya, saya pikir seperti Mt. Panderman yang nyuantai banget tracknya karena lokasinya sebelahan.

Jadi saya cuma bawa daypack, yang isinya sleeping bag, baju ganti sepasang dan raincoat. Bawa makananpun sedikit dan dengan pedenya ga bawa madu, coklat dan cemilan.

Kita berangkat ber7, yang belakang saya pake jaket putih itu ketemu pas disana karena dia berangkat sendirian akhirnya gabung dengan kita. Kita berangakat dari pos pendaftaran menuju ke camp 1 pukul 20.00 WIB. Perkiraan sampai camp 1 tepat pukul 00.00 WIB. 

Perjalanan dari pos pendaftaran sampai camp1 cukup santai cuma sekali tanjakan aja pas hampir sampai camp1. Sesuai perkiraan kita sampai tepat pukul 23.50 WIB. Dari sana kita dapat melihat pemandangan kota Batu. Indah banget gemerlap lampu-lampu kota, seperti bintang-bintang yang berkumpul jadi satu.

Sepuluh menit berlalu dan suara petasan mulai terdenggar. Pemandangan semakin indah dan semarak. Kembang api yang biasanya terlihat besar jadi terlihat kecil dan banyak. Berganti-gantian muncul tenggelam. Amazing banget. Yup, Hello new years. 

Setelah puas lihat kembang api kita berjalan sebentar mencari tempat camp dan mendirikan tenda. Setelah makan dan ngopi kita istirahat karena besok perjalanan akan di lanjutkkan menuju puncak.

Paginya, setelah sarapan dan nggrusuin tenda sebelah yang bakar-bakar ayam kita prepare buat melanjutkan perjalanan. Kita brangkat pukul 11.00WIB. Perjalanan awal tacknya landai. Sesampai di cemoro kandang mulai track naik.

Gak lama kita masuk cemoro kandang hujan deras. Raincoat langsung di pasang, plan untuk masak di cemoro kandang pun gagal padahl perut udah krucuk2 gak karuan. Kaki terendam air, mata ga begitu awas dan angin pegunungan yang dingin.

Lengkap sudah penderitaan ditambah perut yang mulai lapar. Perjalanan terhenti sejenak saat akan melewati perengan (Jalan miring yang sempit dan sebelahnya jurang). Karena angin yang kencang. Setelah agak memungkinkan kita lanjut jalan pelan-pelan. Saat di tengahpun saya beberapa kali berhenti sebentar karena ada angin yang lumayan kencang.

Setelah itu sampailah kita di padang sabana. Dan alhamdulillah samapai disana hujan reda. Kita langsung pasang tenda dan masak. Enaknya disana sumber airnya dekan dan air bersihnya banyak banget. 

Paginya kita rencananya akan muncak tapi pukul 03.30 WIB hujan deras. sampai bagian samping tenda bocor. Akhirnya kita pada mager. Hujan tak kunjung reda sampai pukul 12.00WIB. Karena takut kemaleman pulang kitapun langsunh prepare pulang. Pukul 13.15WIB kita mulai perjalanan pulang.

Track pulang susah banget karena jalanan licin dan hujan. Untungnya saya pakai sandal gunung jadi ga gampang kepleset. Dan saya di pinjami tracking pole sama rofiq jadinya lumayan membantu. Maricing yang sepatunya licin jadi seperti main ice skeatingan, mrosot mrosot.

Ada dua tempat yang turunannya sangat curam. Di turunan pertama maricing, bagas dan lina gedebukan jatuh. Yang ga jatuh pada ketawa ngakak. Dan korban jatuh ga jauh-jauh dari maricing dan bagas. 

Dan akhirnya setelah perjalanan yang melelahkan kita sampai juga di pos pendaftaran pukul 20.15 WIB. 

MT. Buthak menjadi tempat terakhir di akhir  perjalanan tahun 2016 dan jadi tempat pertama di awal perjalanan 2017.