Jodoh itu Misterius


Dua bulan terakhir ini dapat kabar berturut-turut dari teman-teman yang pada akhirnya berjodoh dengan seseorang yang baru dikenalnya. Rasanya amazing banget sama kisah-kisah mereka.

Ada yang memang belum pernah pacaran sama sekali kemudian ta'aruf dan yaeh dalam waktu sebulan kenal langsung di khitbah. Ada yang pacaran udah lama banget terus putus, kemudian kenal dengan orang baru dan langsung diajak nikah. Ada yang pacaran dalam hitungan bulan terus putus, kemudian dikenalkan dengan calonnya yang sekarang dan dalam waktu 2 Minggu kenal langsung di lamar.

Proses mereka bagi saya sangat cepat banget. Perkenalan yang singkat dan pengambilan keputusan yang cepat. Apakah memang seperti itu pemikiran orang-orang pada usia dewasa seperti saya ini. Atau ada proses panjang yang tak terlihat sebelum proses kenal tersebut.

Kadang suka bertanya-tanya kok bisa ya. Yang kadang mikir si A cocok banget sama pacarnya pasti nikahnya ntar sama dia tapi nyatanya ada pula yang nggak jadi di tengah jalan. Malah sama orang yang tak terduga nikahnya.

Jodoh emang misterius banget ya. Kalo di pikir-pikir kadang malah Ndak masuk akal, pacarannya sama si B nikahnya sama si C. Pacaran lamanya sama si B nikahnya malah sama si C.

Seperti kata temen saya (@ path Fachurozi Zakaria)
Jodoh itu unik
Seringkali yang dikejar-kejar menjauh
Yang tak di sengaja mendekat
Yang seakan sudah pasti menjadi ragu
Yang awalnya diragukan menjadi pasti
Yang ternilai menjadi biasa
Yang tak ternilai menjadi bernilai
Yang selalu di imipikan tak berujung pernikahan
Yang tak pernah terpikirkan bersanding di pelaminan
Maka percayalah...
Jodoh itu bukan masalah seberapa lama kau mengenalnya
Seberapa akrab kau dengan orang tuanya
Atau seberapa sering kau komunikasi dengannya
Tapi seberapa yakin kau dengan-Nya
Seberapa besar kepasrahan kau dengan takdir-Nya
Seberapa besar kau merayu-Nya
Seberapa semangat kau menyempurnakan ikhtiar mendapatkannya
Seberapa iklhas saat kau gagal mendapatkannya, lalu diganti dengan yang lebih baik menurut versi-Nya

Percayalah dengan ayat ini,

"...boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal itu buruk bagimu. Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal itu baik bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."