25 years old

Tepat pukul 00.00 tanggal 4 oktober 2013 umurku genap 25 tahun. Sudah seperempat abad aku bernafas di dunia ini. Sudah banyak hal yang aku lakukan, sudah banyak orang yang aku temui, sudah berbagai macam masalah aku hadapi.

Dan bagi sebagian orang adalah umur yang pas buat seorang wanita untuk menikah. Dan bahkan untuk orang yang hidup di daerah pedesaan jika seorang wanita belum menikah di umur 25 artinya dia tidak laku atau bahasa lembutnya 'perawan tua'.

But yes here me now, 25 years old and single. Kelihatannya memang benar, semakin bertambah usiamu semakin complex masalahmu, semakin rumit dan tekanan semakin besar. Kamu tidak bisa untuk cuek atau semaunya sendiri dalam menyelesaikan masalah.

Semua harus dipikirkan baik-baik, intinya bijaksana dalam menentukan keputusan. Memang bener kata iklan 3 itu "Jadi orang gedhe itu menyenangkan, tapi susah buat dijalanin".

Dan seperti biasa urutan pertanyaan yang selalu ditanyakan orang adalah

1. Saat kamu lulus sekolah, mau kuliah dimana?

2. Saat kamu sudah kuliah, kapan wisuda?

3. Saat sudah wisuda, kerja dimana?

4. Saat sudah kerja, sudah ada calonnya (istri/suami) belum nih ?

5. Saat sudah sudah ada calonnya, kapan nikah?

6. Saat sudah nikah, sudah ada momongan belum?
dan begitulah seterusnya.

Kadang lingkungan seperti mengharuskan kita untuk menjadi seperti yang mereka inginkan. Misalnya saja disaat kamu sudah wisuda tapi belum bekerja, pasti pertanyaan selanjutnya adalah kenapa kok gak kerja? Gak nyoba ngelamar pekerjaan ta? mungkin itu hanya pertanyaan sepele, tapi sometimes menyakitkan.

Dan posisiku sekarang adalah di pertanyaan no 4. Pertanyaan no.4 bagiku sama-sama sering ditanyakan seperti pertannyaan no 3 sebelum aku dapat kerja, seperti pertanyaan no 2 sebelum aku wisuda dan sama seperti pertanyaan no 1 waktu aku lulus sekolah. Pertanyaan yang ditanyakan teman, tetangga, saudara atau entah siapapun. Pertanyaan yang kadang bikin tertekan, karena aku tidak bisa menjawab dengan jawaban yang mengarahkanku untuk pertanyaan selanjutnya.

Di saat aku sudah bisa mencari uang sendiri dengan umur segitu, tapi ternyata calon suami belum punya. Sebenarnya untuk apa juga mempedulikan omongan orang lain. toh yang menjalani hidup kan kita sendiri bukan mereka. Tapi kadang pertanyaan-pertanyaan itu membuatmu merasa bahwa kamu berbeda dari yang lai atau kamu tidak sebaik yang lainnya bila tidak menjawab dengan jawaban yang sesuai keinginan mereka. Yang pastu nanti bila sudah waktunya akan ada seseorang yang melakukan hal seperti ini kepadaku

Diwaktu, tempat, dan orang yang tepat.

No comments

Post a Comment